Minggu, 04 Juli 2010

Munafik

A. Pengertian Nifaq (Munafik)
Di dalam Al-Qur’an kata al-Munaafiqun disebut dalam beberapa tempat dan juga ada yang di ungkapkan dalam bentuk masdar nifaq atau sumber kemunafikan. Bahkan ada satu surah dengan nama al-Munaafiqun (orang-orang munafik). Surah ini terdiri dari 11 ayat, ayat 1-8 menerangkan sifat-sifat orang munafik dan ayat 9-11 berisi peringatan bagi orang-orang mukmin.
Munafik jamaknya munafiqun yaitu, orang yang berpura-pura atau ingkar, apa yang di ucapkannya tidak sesuai dengan yang ada di dalam hati dan tindakannya. Misalnya, lisannya mengaku beriman tetapi dalam hati dan tindakannya mengingkari.
B. Tanda-tanda orang Munafik

عن ابي هر ير ة ر ضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قا ل اية المنافق ثلا ث اذ حد ث
كذ ب و ا ذا و عد ا خلف و ا ذا ا تمن خا ن (ر و ا ه مسلم و التر مذ ي و النسا يى)
Dari abu Hurairah ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila di percaya (di beri amanat) ia berkhianat.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Maksud ayat pada kalimat di atas berarti tanda-tanda yang terlihat yang menunjukan terhadap perkara yang tersembunyi di belakang tanda itu. Menyalahi janji berarti tidak menyempurnakan janji. Kata tersebut berasal dari arti akhlafasy-syajaru, yaitu sebuah pohon apabila daunnya mongering maka tidak beberapa lama daun pohon itu akan jatuh. Tujuan dari informasi hadis ini hanya membatasi kepada tiga sifat saja, yaitu:
1. Perkataan: Bahwa buruknya pekataan di sebabkan karena berdusta.
2. Perbuatan: Bahwa buruknya perbuatan itu karena berkhianat. Dan,
3. Niat: Bahwa buruknya niat itu karena menyalahinya karena menyalahainya merupakan perbuatan yang tercela.


Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu:
1. Berdusta dalam berbicara
Berdusta dalam berkata adalah pangkal kemunafikan dan yang mencoreng moreng akhlak seseorang, ia menjadi penyebab kehinaan pelakunya dan menyebabkannya kehilangan kepercayaan dalam berbagai hal. Dan, biasanya orang yang suka berdusta adalah orang yang banyak bergaul dan suka menipu banyak orang. Firman Allah: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “kami mengakui bahwa sesungguhnya (Nabi Muhammad) itu benar-benar Rasul Allah…..” (Al-Munaafiqun: 1), perkataannya ini merupakan kebenaran tetapi Allah SWT Yang Maha Melihat mendustakan apa yang di katakannya itu karena hanya lisannya saja yang berkata demikian sedang di dalam pikirannya mendustakan. Mereka tidak mempercayai bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dari perkataannya itu.
Rasulullah Saw melarang umat islam untuk berkata dusta. Yang di sebut dusta ialah tidak sesuainya perkataan dengan kenyataan. Termasuk dosa besar ialah berdusta atas nama Rasulullah Saw, dan mengharamkan barang yang halal dan menghalalkan barang yang haram.

عن سلمة بن ا لا كو ع ر ضي ا لله عنه قا ل سمعت النبي صلى ا لله عليه و سلم يقو ل من يقل علي ما م اقل فليتبوا مقعده من النار

“Dari Salamah bin Akwa ra dia berkata: Aku mendengar Nabi Saw bersabda: ”Barangsiapa yang berkata atas namaku sesuatu yang tidak aku katakan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka.”

2. Ingkar janji
Menciderai janji atau tidak tepat janji dan ingkar janji adalah satu dari sekian banyak pintu yang mengantarkan kedalam lembah dusta. Dan, Allah, dalam firman-Nya berikut, mengaitkan ingkar janji ini sebagai kemunafikan hati. “Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.” (at-Taubah: 77). Ingkar janji merupakan sebuah penyia-nyiaan kepercayaan, sebuah tindakan pencurian terhadap waktu yang telah di janjikan. Namun demikian lain lagi halnya dengan ketika seseorang punya niat untuk menepati waktu yang telah dijanjikan namun pada waktu yang bersamaan ia terhalang oleh sesuatu yang tidak memungkinkan untuk menepati waktu yang dijanjikan itu maka ketika itu ia tidak termasuk munafik. Sesuai dengan hadis yang di keluarkan oleh Abu Daud dan at-Tirmidzi dari hadis Zaid bin Arqam, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Bila seorang laki-laki (perempuan) berjanji dan berniat untuk menepatinya namun tidak dapat menepatinya, (karena ada sesuatu lain yang mendesak keperluannya) maka tidak apa-apa baginya (ia tidak berdosa).” Tapi bila kesempatan untuk janji itu sangat terbuka namun tiba-tiba ia memutuskan untuk tidak menepatinya, pada saat itu ia telah berdosa karena ingkar meski sebelumnya tidak berniat demikian. Haram hukumnya bagi seseorang yang mengingkari janji sekali pun orang yang diajak berjanji itu adalah seorang yang kafir.
3. Bila di percaya (di beri amanat) ia berkhianat
Ia meninggalkan kebenaran secara sengaja sehingga kebenaran menjadi kebatilan dan kebatilan menjadi kebenaran. Dan inilah yang menyebabkan pelakunya berdusta. Di dalam kitab ash-Shahihain dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya laki-laki yang paling dibenci Allah adalah yang paling suka berseteru dalam kebatilan.” Dan di dalam sunan Abi Daud, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa yang berseteru dalam kebatilan padahal ia mengetahuinya’maka senantiasalah ia dalam kemurkaan Allah hingga menghadapi sakratulmaut.” Di dalam riwayat lain: “Barangsiapa yang membantu dalam perseteruan secara zhalim, maka ia akan mendapatkan kemurkaan Allah.”
B. Usaha-usaha orang munafik:
1. Menghalangi manusia beriman untuk taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Surah an-Nisa ayat 61 menyatakan: “Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Marilah kamu (tunduk) pada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.”
2. Mengajak pada kekafiran. Hal ini tercermin dalam surah an-Nisa ayat 89 yang artinya: “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)....” Selain itu dalam surah al-Munafiqun ayat 7 yang artinya: “Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Ansar): janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka benar (meninggalkan Rasulullah)….”
3. Amar munkar (memerintahkan yang munkar) dan nahi makruf (mencegah yang baik). Surah at-Taubah ayat 67 menyatakan: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian, dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melrang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah….”
Imam asy-Syanqiti (Muhammad al-Amin bin Muhammad mukhtar al-Jakani asy-Syanqiti), dalam Adwa al-Bayan (cahaya penerang) menggambarkan bahwa orang-orang munafik adalah orang yang tuli, bisu, dan buta karena mereka sengaja menutup telinga, mengunci mulut, dan menutup mata mereka dari kebenaran, terlebih menutup hati mereka dari petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.
C. Jurus-jurus Mengahadapi Orang Munafik:
1. Tidak menjadikan orang munafik pelindung, penolong, dan pemimpin.
2. Bersikap tegar dan memerangi mereka. Allah SWT berfirman dalam surah an-Nisa ayat 89 yang artinya: “….Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka (orang-orang munafik) penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, lawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.” Sementara dalam surah at-Taubah ayat 73 Allah SWt berfirman yang artinya: “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka….”
3. Waspada dan tidak mudah tergoda dengan ajakan mereka, karena orang-oarang munafik itu suka berolok-olok dan mentertawakan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah SWT.
D. Balasan Bagi Orang-orang Munafik
1. Mendapat siksa dua kali sebelum menerima azab yang besar. Hal ini tercermin dalam surah at-Taubah ayat 101 yang artinya: “….nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan pada azab yang besar.”
2. Di masukan kedalam neraka jahannam dan di laknat Allah SWT selama-lamanya. Allah SWT berfirman: “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang kafir dengan neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.”
3. Di lupakan oleh Allah SWT sebagaimana tertulis dalam surah at-Taubah ayat 67 yang artinya: “…..Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka….”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar